Home Activity

Activity

  • Lawson Ehlers posted an update 1 month, 2 weeks ago

    Cerita kabar burung zaman dulu memang super menarik untuk dibaca, salah satu cerita yang terkenal merupakan kisah hal keong mas. Cerita berikut menjadi benar populer terlintas saat ini. Cerita rakyat hal keong raka ini pun memiliki segudang pesan yang dapat di ambil ketika membaca. Bersama-sama merupakan nasihat singkat mengenai keong mas yang demi Anda ketahui.

    Pada masa dahulu karya rakyat Jawa Timur, pada suatu pemerintahan hiduplah seorang putri dinamakan Candra Mungil, dia seorang putri yang sangat cantik. Selain Candra Kirana juga ada seorang putri bernama Dewi Galuh. cerita rakyat unik ketika datanglah seorang pangeran bernama Tengku Inu Kertapati yang ingin melamar Bulan Kirana. Buah hati Galuh sembuh iri beserta pertunangan Candra Kirana dan Raden Inu Kertapati.

    Karena merasa meradang dan dengki Dewi Galuh mendatangi seorang penyihir serta menginginkan tulah untuk Kamar Kirana. Maka itu berubahlah Bulan Kirana menjadi seekor ukas mas yang kemudian dalam buang ke sungai yang jauh atas kerajaan. Kamar Kirana tampak oleh seorang nenek & di bawa menuju di rumah nya. Dengan memilikinya keong raka itu pada rumah si nenek banyak tersaji target di meja, hingga unik hari si nenek berniat ingin mengetahui siapa yang berbuat kacung tersebut.

    Sang nenek akhirnya tahu sapa yang menyusun makanan untuk nya pada setiap hari di meja menjarah. Dialah Candra Kirana seorang putri yang di tenung menjadi lengkitang mas oleh saudara perempuannya. Di sosok lain Raja Inu juga sedang memeras keringat untuk mengatasi kekasih nya Candra Kirana dan menyamar sebagai rakyat gembel. Penyihir mengarifi penyamaran tersebut dan menyimpangan Raden Inu hingga Raden Inu memperoleh Candra Megah di gubuk sang titisan sedang menyusuk.

    Mereka dan kemudian bertemu & pulang simpatik menuju palis, lalu Putri Galuh yang mengetahui tersebut kabur beserta perasaan waham. Candra Mungil menikah serta hidup makmur. Demikian lah cerita bala tentara keong raka, jangan walaupun kalian pulih iri dengan kepunyaan manusia lain. Olehkarena itu setiap oknum sudah mempunyai jalannya masing – masing.